Ini Perbedaan Menabung Dan Investasi Yang Perlu Kamu Tahu

Dengan berinvestasi Anda dapat memulai merencanakan masa depan agar nantinya tetap terjamin. Mulai dari mempersiapkan biaya pendidikan, dan menjamin keluarga Anda dari segi finansial. Manfaat tersebut Anda dapatkan dengan berinvestasi jangka panjang, sehingga nantinya dapat Anda nikmati di kemudian hari.

Kamu juga dapat menggunakan fitur Auto Subscription atau investasi berkala Reksa Dana untuk menyisihkan pemasukanmu secara berkala. Inflasi atau kenaikan harga barang atau jasa akan membuat nilai uang yang bisa Anda gunakan berkurang dari waktu ke waktu. Menabung uang ke produk investasi akan membuat Anda terhindari dari risiko paparan inflasi sebab umumnya imbal hasil yang didapatkan dari investasi lebih tinggi dari rata-rata tingkat inflasi tahunan. Meskipun demikian, imbal hasil dari manfaat menabung di bank relatif lebih kecil dibandingkan Anda melakukan investasi. Beragam jenis produk investasi umumnya menawarkan imbal hasil yang berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan imbal hasil tabungan biasa di bank.

Perlu diingat kalau setiap transaksi jual-beli saham akan dikenakan charge dengan nominal variatif. Setelah melakuan deposit, kamu bisa menggunakan modal tersebut untuk melakukan pembelian saham. Adapun aplikasinya sendiri bisa diunduh sendiri di Playstore atau App Store.

Menabung dengan berinvestasi

Agar anak Anda terbiasa, lakukan investasi di aplikasi Raiz bersama anak Anda, tunjukkan layer aplikasi dan jika memungkinkan, biarkan anak Anda menjalankan aplikasi di bawah pengawasan Anda. Dengan melibatkan anak dalam penggunaan aplikasi, si anak mendapatkan pengalaman dan wawasan baru mengenai penggunaan teknologi yang bermanfaat untuk masa depannya. Jika anak Anda sudah cukup besar usianya, tidak ada salahnya Anda menjelajahi fitur-fitur yang ada di aplikasi Raiz dan mempelajari kegunaannya masing-masing. Jika ada pertanyaan, langsung kontak Customer Care Raiz melalui telepon, WhatsApp atau e mail dan libatkan anak Anda jika ia memang sudah cukup besar usianya untuk mengerti. Ya tentu, saldo emas dapat dicetak dalam bentuk emas batangan jenis Antam, UBS atau Galeri 24 dengan pilihan keping mulai dari 1, 2, 5, 10, 25, 50, one hundred gram.

Nah, berdasarkan jenisnya, terdapat empat bentuk investasi yaitu investasi aktiva riil, investasi kekayaan pribadi, investasi keuangan , dan investasi komoditas. Instrumen investasi pun beragam, seperti saham, reksa dana, emas, deposito, properti, obligasi, hingga yang terbaru Peer to Peer Lending dan Equity Crowdfunding . Sementara itu, berdasarkan jangka waktunya, investasi dibedakan menjadi investasi jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Jenis investasi ini adalah jenis investasi yang cukup diminati masyarakat di Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena harga emas setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Selain itu, berinvestasi dalam bentuk emas bukan untuk digunakan sebagai investasi 1-2 tahun, tapi sangat disarankan untuk investasi jangka panjang, misalnya 5-10 tahun. Hal ini disebabkan karena kenaikan emas tergolong lambat, jadi butuh kesabaran untuk bisa meraih untung besar. Hal ini berbeda dengan investasi lainnya, seperti tanah, atau properti.

Jika Anda tertarik berinvestasi emas, maka lebih baik jika Anda membeli emas batangan atau koin agar tidak terkena biaya tambahan seperti biaya pembuatan. Selain memiliki harga yang stabil dan cenderung naik, emas merupakan jenis investasi yang tahan lama dan mudah dijual. Akan tetapi, hal tersebut tidak dapat memberikan penghasilan atau keuntungan yang rutin mengingat adanya kemungkinan harga emas turun. Wajar saja harga rumah biasanya mencapai ratusan juta rupiah per unitnya. Sedangkan seperti yang kita ketahui, menabung dengan uang di financial institution bisa-bisa tergerus inflasi dan biaya administrasi per bulannya. Nah, berikut ini instrumen yang bisa kamu terapkan agar kamu bisa membeli rumah pertama.

Sekarang ini sudah banyak lho, layanan yang dapat diakses melalui aplikasi ponsel. Tak hanya itu, kenaikan harga emas saat pandemi juga membuat beberapa orang menyesali mengapa tidak berinvestasi di logam mulia ini sebelum harganya melambung. Produk tabungan pada umumnya ada dua, yaitu tabungan biasa dan deposito. Tabungan biasa berupa uang yang kita simpan di bank dan tidak ada keharusan membayar sejumlah uang, nominal yang disetorkan tergantung masing-masing nasabah.